Pentingnya Digital Branding di Tengah Pandemi

Banyak perusahaan yang mengerem, bahkan menghentikan aktivitas branding. Alasannya sederhana penurunan pendapatan akibat pandemi Covid-19 membuat mereka harus melakukan efisiensi, termasuk memangkas biaya berpromosi atau beriklan.

Padahal justru di saat seperti ini, perusahaan perlu tetap melakukan branding supaya bertahan dan mereknya tetap diingat oleh konsumen. Namun, strategi branding yang tepat pun sangat diperlukan untuk dapat mengambil peluang selama pandemi.

Alex Iskandar, CEO IMFocus Digimarketing Consultant‎, mengatakan, dalam menjaga eksistensi bisnis di masa pandemi, penting bagi perusahaan untuk tetap terhubung dengan pelanggan dan calon pelanggannya.

Ketika komunikasi secara langsung terkendala adanya aturan social distancing, perusahaan dapat mengoptimalkan digital branding sebagai sarana komunikasi dengan target konsumen mereka.

Alex mengemukakan, dalam kondisi seperti sekarang, perusahaan harus go digital atau mati. Melalui digital branding, perusahaan dapat berkomunikasi dan berpromosi untuk meningkatkan brand awareness maupun menjaring calon konsumen baru,

“Jika tidak melakukan aktivitas branding dalam kondisi pandemi, maka pasar akan diambil oleh kompetitor. Sebaliknya, dengan tetap melakukan branding, jika kondisi pandemi berakhir merek kita sudah berada di depan,” ucapnya

Terpenting digital branding dapat menekan pengeluaran perusahaan, terutama dalam memangkas biaya promosi. Platform yang digunakan pun bervariasi seperti Google, Youtube, Facebook dan Instagram.

“Jadi tidak perlu jor-joran lagi beriklan di media konvesional. Beriklan secara digital biayanya sangat terjangkau. Misal, Google Display Ads  dengan  metode beriklan, membayar tagihan jika ada yang mengeklik,” terang Alex.

Saran Alex komunikasi maupun promosi yang dilakukan perusahaan secara online. Sejatinya jangan hanya mengutamakan penjualan, tetapi ada value atau nilai yang ditawarkan ke konsumen dari sisi manfaat, emosi sekaligus memberi pengalaman kepada mereka.

“Perusahaan harus mengambil peran membantu konsumen dalam menekan penyebaran Covid-19 dengan himbauan untuk mematuhi protokol kesehatan. Tujuannya supaya perusahaan ataupun mereknya selalu diingat konsumen,” imbuhnya.

Menurut CEO Tras N Co Indonesia, Tri Raharjo, setiap pemilik merek perlu terus bergerak cepat dan lincah mengikuti arah perubahan lingkungan bisnis dalam menyongsong era revolusi industri generasi keempat ini.

“Kemajuan sangat ditentukan oleh bagaimana cara kita untuk mampu adaptif terhadap perkembangan zaman, kemudian menghadirkan brand ke hadapan pelanggan potensial melalui cara yang mudah dan simpel,” jelasnya.

Untuk mengakomodir perubahan tersebut, Infobrand.id bekerjasama dengan Tras N Co menghadirkan penghargaan Indonesia Digital Popular Brand Award 2020 yang diberikan kepada merek yang sukses membangun popularitas serta meningkatkan aktifitas branding-nya melalui media digital.

Adapun merek-merek yang berhasil meraih penghargaan, yaitu Eterna (Kabel Listrik), INOAC (Kasur Busa), Buzawit – Bigfoam(Kasur Busa), Napolly (Furniture Knock Down), GT Radial (Ban Mobil), IRC (Ban Motor), Solid (Handle Pintu), Blackmores (Suplemen Makanan), Morinaga (Susu Formula), KFC (Resto Fried Chicken), dan brand lainnya.

Merek tersebut dinilai mampu beradaptasi dengan baik terhadap era disruptif teknologi, tiadak hanya semakin kreatif dalam berfikir dan bertindak, namun juga konsisten mengimplementasikan digital branding secara berkesinambungan dalam membangun dan membesarkan mereknya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *