Dahsyatnya Email Marketing

Email marketing menjadi salah satu strategi marketing paling ampuh di era digital, bahkan di masa pandemi Covid-19 seperti sekarang. Cara ini dipandang efektif untuk membangun koneksi baru dengan calon pelanggan, maupun mendorong pelanggan eksis menjadi lebih setia.

CEO Frontier Technology, Victor Rindaung, mengatakan, saat promosi secara offline semakin sulit dilakukan karena kondisi pandemi. Penggunaan digital channel, khususnya email marketing bisa menjadi alternatif pemasaran yang efektif dan efisien.

“Di masa pandemi banyak perusahaan kesulitan berhubungan dengan pelanggannya, termasuk mencari pelanggan baru. Email marketing menjadi solusi tepat, sebab selain mempromosikan program pemasaran, bisa mengonversi promosi menjadi penjualan,” ujarnya dalam webinar bertajuk “The Power of Email Marketing” yang digelar  TDA, Frontier Technology dan Netcore.

Menurut Victor ada fakta menarik dari pengguna email. Tercatat ada sekitar 3,9 miliar penduduk di dunia memiliki email pada tahun 2019 lalu. Angkanya diproyeksi akan bertambah menjadi 4,3 miliar pada tahun 2023.

Tidak hanya itu, berdasarkan data tahun 2019 jumlah email yang dikirim dan diterima kurang lebih sebanyak 293 miliar per hari. Diperkirakan pada 3 tahun mendatang melonjak menjadi 347 miliar email per hari, baik email pribadi maupun bisnis.

Yang menarik dari hasil penelitian perusahaan riset di Amerika Serikat, bahwasanya tingkat pengembalian investasi (return on investment/ROI)-nya cukup tinggi. Setiap US$1 yang dibelanjakan untuk layanan email itu menghasilkan US$42 atau pengembaliannya 4.200%.

“Fakta lainnya 9 dari 10 marketer menggunakan email marketing untuk mendistribusikan konten mereka secara organik. Terakhir sekitar 90% orang di dunia mengecek emailnya paling tidak satu kali sehari,” beber Victor.

Di Indonesia sendiri email marketing dengan trafik yang tinggi, banyak digunakan oleh perusahaan – perusahaan besar, beberapa diantaranya perusahaa unicorn. Victor menilai keberhasilan beberapa startup digital menjadi unicorn karena mampu menciptakan engagement dengan pelanggannya.

Para unicorn tersebut mampu mengomunikasikan promosi ataupun kegiatan lainnya kepada pelanggan dengan sangat baik. Salah satu mediumnya adalah email marketing. “Customer engagement yang baik akan menghasilkan revenue yang pada akhirnya berujung pada profit,” ungkapnya.

Berdasarkan pengamatan Victor, email marketing yang sebelumnya kurang di lirik oleh sektor perbankan dan asuransi. Ketika pandemi melanda, tepatnya di bulan April 2020 sudah banyak perusahaan di dua sektor tersebut menggunakan email marketing untuk mengomunikasikan promosi, dan melakukan personalisasi kepada pelanggan dan calon pelanggannya.

“Diperkirakan sekitar 80% perusahaan menengah besar memanfaatkan email marketing untuk mengakuisisi pelanggan dan sebanyak 81 % dari mereka memanfaatkan untuk mempertahankan pelanggannya,” terangnya.

Mulai maraknya penggunaan email marketing juga didorong oleh statistik welcome email, terutama dari para pelanggan baru. Dimana angka open rate (email dibuka pelanggan) kurang lebih sekitar 82% membuka welcome email.

“Pastinya lebih efektif dan efisien ketimbang menggunakan brosur yang umumnya setelah disebar akan berakhir di tempat sampah. Dengan email, karena masuknya ke Kotak Masuk pribadi kesempatan dibukanya lebih besar. Apalagi mengirim emailnya lebih personal dengan menyebut nama penerima,” terang Victor.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *